Kamis, 13 Juli 2017

Contoh Application Letter

APPLICATION LETTER


Jl. Arimbi 74
Cilacap

January 17, 2013

HRD Manager
Park Hyatt Abu Dhabi Hotel and Villas
Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30 (Grand Hyatt Jakarta 10350)
Jakarta



Dear Sir or Madam:

            I am writting to apply for the job as Assistant Manager, which you advertised recently in the Kompas daily newspaper on Sunday, December 1st 2013.
            I am 21 years old. I graduated from Hotel Management Education Faculty, on State University of Yogyakarta. I took an English course in International College for Active Communication and a training program held by PT. Perwita Nusaraya. I be able to communicate well in English.
Since leaving college I have had several years experience doing secretarial and general office work at Paradise Hotel in Semarang, including several months as a receptionist for a large company in Jakarta. At the moment I am working as a Assistant Manager at Jumeirah Hotel, a deluxe hotel in Etihad Towers ABU DHABI. I have been employed there for three years.
            I am interested in working as a Assistant Manager at Front Office in you’re hotel
as I enjoy hotel work and now I would like to broaden my experience.
            I enclose my recent photograph and complete curriculum vitae. I would be happy to send any further details you may require. I would be available for an interview at anytime. Thank you very much for your consideration and I look forward to hearing from you in the near future.



Yours faithfully,




Cindy Pradita Sari


Rabu, 05 Februari 2014

Narrative text - Little Mermaid


LITTLE MERMAID

The Little Mermaid drinks the potion and meets the prince, who is mesmerised by her beauty and grace even though she is mute. Most of all he likes to see her dance, and she dances for him despite her suffering excruciating pain. When the prince's father orders his son to marry the neighboring king's daughter, the prince tells the Little Mermaid he will not because he does not love the princess. He goes on to say he can only love the young woman from the temple, who he believes rescued him. It turns out that the princess is the temple girl, who had been sent to the temple to be educated. The prince loves her, and the wedding is announced.

The prince and princess marry, and the Little Mermaid's heart breaks. She thinks of all that she has given up and of all the pain she has suffered. She despairs, thinking of the death that awaits her, but before dawn, her sisters bring her a knife that the Sea Witch has given them in exchange for their long hair. If the Little Mermaid slays the prince with the knife and lets his blood drip on her feet, she will become a mermaid again, all her suffering will end, and she will live out her full life.
However the Little Mermaid cannot bring herself to kill the sleeping prince lying with his bride, and she throws herself into the sea as dawn breaks. Her body dissolves into foam, but instead of ceasing to exist, she feels the sun; she has turned into a spirit, a daughter of the air. The other daughters tell her she has become like them because she strove with all her heart to obtain an immortal soul. She will earn her own soul by doing good deeds and she will eventually rise up into the kingdom of God.

Selasa, 31 Desember 2013

Contoh Complaint Letter

Jalan Dr.Cipto 11
Cilacap, Indonesia

August, 27 2013

Mr. Smith Morgan
Sales Manager
NB Company. Inc
Bangkok, Thailand

Dear Sir,
I am writting about the electric guitar at ALEGRO and keyboard type PSR 3000 of YAMAHA colour silver that ordered nine days ago.
But you send me electric guitar of IBANEZ and keyboard PSR 3000 of YAMAHA colour Black. I have once reprted you (August 20, 2013) and nothing has been done about it.
This problem is urgent and I would appreciate it if you could back the correct items that I have orderes.

Very truly yours,



Rizky Wibowo

Contoh Adjusment Letter

Cindy Pradita Sari
General Manager
Imagine Corporation
Cilacap, Indonesia

September 8, 2013

Nurul Ulfah
Jalan Anggrek 50
Tritih Kulon, Cilacap

Dear Miss,
Thank you very much for writing us as you did in your letter of September 5, we would like to apologize for the problem about the damaged goods you received. I have instructed our person to pick up at your house the electric guitar and to replace it with the new ones today, no charge to replace it.
Again, we are really sorry for the mistake that we have. You may be sure that it does not occur again.

Sincerely yours,
       
       (ttd)


Cindy Pradita Sari

Resensi Buku Kumpulan Cerpen "Senyum Karyamin" karya Ahmad Tohari

Dunia Kehidupan Orang-orang Kecil

Judul Buku      : Senyum Karyamin
Pengarang       : Ahmad Tohari
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tahun Terbit    : 1995
Cetakan           : ke-9 tahun 2013
Tebal Buku      : 88 halaman


Karya Ahmad Tohari yang diterbitkan dalam buku berjudul “Senyum Karyamin” ini memuat cerita-cerita yang sederhana dengan unsur-unsur pedesaan lengkap dengan kehidupan penduduknya orang-orang kecil yang lugu dan sederhana yang disulap sedemikian rupa hingga menjadi sebuah kisah yang menarik. Buku ini dikarang oleh Ahmad Tohari yang lahir pada 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Beliau merupakan sastrawan Indonesia yang pernah menamatkan SMA di Purwokerto dan mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Imu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Soerdiman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jendral Soedirman (1975-1976). Salah satu karyanya yang mendunia yaitu Ronggeng Dukuh Paruk (1982) yang telah terbit dalam bahasa Jepang,  Jerman, Belanda, dan Inggris. Tahun 1990 Ahmad Tohari mengikuti International Writing Programme di Iowa City, Amerika Serikat dan memperoleh penghargaan The Fellow of University of Iowa.
Buku yang memuat 13 cerpen ini juga melukiskan dunia dan kehidupan orang-orang kecil, mulai dari kisah yang menceritakan tentang orang yang selalu tersenyum dalam menghadapi semua masalah yang dihadapinya (“Senyum Karyamin”). Kisah tentang arti kesetiakawanan yang termuat dalam cerpen (“Jasa-jasa Buat Sanwirya”) dan (“Ah, Jakarta”). Cerita yang bertema persahabatan dalam cerita (“Surabanglus”), Kisah yang menunjukkan keluguan orang-orang desa berpikir tentang pernikahan usia dini (“Si Minem Beranak Bayi”),  Tentang kesombongan seseorang yang membawa keburukan (“Tinggal matanya berkedip-kedip”) dan (“Kenthus”). Cerita seorang manusia yang memiliki keterbatasan mental namun mendapatkan kebaikan dari orang-orang disekitarnya yang terdapat pada cerpen (“Blokeng”) dan (“Wangon Jatilawang”),  kisah yang menceritakan akibat dari kebiasaan (“Orang-orang Sebrang Kali”),  cerita tentang orang yang mencari cahaya untuk akherat (“Rumah yang Terang”), kemudian tentang budaya daerah (“Syukuran Sutabawor”), dan kisah seorang pengemis yang menggunakan shalawat badar untuk mencari nafkah (“Pengemis dan Sholawat Badar”).
Dari tiga belas cerpen yang tersaji dalam buku ini, ada satu judul yang menarik perhatian kami. Yakni cerpen nomor dua belas, yang berjudul “Wangon  Jatilawang”. Cerpen ini kami anggap menarik karena menceritakan kepedulian seseorang, berbuat baik dengan sesama meskipun terhadap orang yang memiliki keterbelakangan mental. Cerpen ini mengandung amanat bahwa kita harus saling berbagi dan tolong-menolong terhadap sesama.
Kisah menarik cerpen tersebut berawal dari peristiwa pertama menggambarkan kedatangan Sulam ke rumah tokoh “Aku”, saat itu tokoh “Aku” sedang menerima tamu penting. Tokoh “Aku” dan Sulam adalah sahabat. Setiap hari Sulam singgah kerumah tokoh “Aku” untuk makan dan minta uang. Konflik muncul ketika hari lebaran sudah dekat, Sulam teringat akan ibunya yang sudah meninggal, yang dia tau ibunya pergi ke kota untuk membelikan baju baru untuknya. Tokoh “Aku” berjanji akan membelikan baju baru untuknya. Akhir cerita, tokoh “Aku” mau memberikan baju yang diminta Sulam tepat pada hari lebaran. Tokoh “Aku” berpikir, jika baju itu diberikan pada saat itu juga, pasti Sulam akan mengotorinya. Akhirnya Sulam pergi dengan wajah murung, timbul rasa kecewa, dan akhirnya Sulam mati tergilas truk. Tokoh “Aku” sangat malu dan menyesal tidak mengabulkan permintaan Sulam yang terakhir kalinya.
Ahmad Tohari memang pandai membawa pembacanya ke alam imajinasi karangannya. Hal itu tak terlepas dari pilihan kata yang digunakan. Kata-kata yang digunakan tidak terlalu berat. Semua cerpennya pun menceritakan kehidupan orang-orang yang sederhana, tak dapat dipungkiri hal tersebut membuat karyanya terkesan kurang bervariasi. Selain itu, dalam cerpennya terdapat banyak bahasa Banyumasan yang mungkin kurang dipahami oleh sebagian pembaca dari daerah lain. Memang terdapat penjelasan tentang kata-kata tersebut, namun itu akan mengurangi konsentrasi dan intensitas para pembacanya.Tapi meski begitu, keindahan dalam setiap kata yang digunakan tetap tersaji dengan baik. Secara tersirat, cerpen-cerpennya memberikan banyak pelajaran.
Secara keseluruhan, buku ini sangat menarik dan pantas untuk dibaca. Buku ini mengajarkan kita bagaimana berfikir untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat yang dapat dilakukan saat itu karena banyak manfaat yang dapat kita peroleh dan pelajari dari buku tersebut. Seperti amanat dan pesan – pesan moral yang terkandung dalam setiap cerpennya yang dapat kita ambil sebagai sebuah pegangan hidup.

Cerpen - Indah pada Waktunya

Indah Pada Waktunya
Cerpen karya Cindy Pradita Sari

Entah apa yang membuatku kemari, tidak seharusnya aku disini, tapi kata hatiku yang menyuruhku untuk datang ke tempat ini. Tidak ada siapapun disini kecuali aku, di sekelilingku hanya ada alat-alat musik yang tidak diletakkan pada tempat yang seharusnya, gitar yang berada di lantai karpet ini misalnya, “mungkin anak-anak eskul musik  sedang beristirahat sekarang dan akan kembali  untuk melanjutkan kegiatannya dengan alat-alat musik itu jadi sengaja belum di bereskan” pikirku dalam hati sambil  meletakkan gitar itu di tempat semestinya. Tiba-tiba aku mendengar suara sebuah buku yang terbuka, aku menghampiri buku itu. Angin masih membukanya lembar demi lembar hingga berhenti di suatu halaman ketika aku berada tepat di depannya. Aku mengambil buku itu dengan tangan kananku, kedua mataku langsung disambut dengan sebuah gambar bus dengan tinta warna biru di sudut halaman, kemudian aku membaca tulisan disampingnya,
“Ada yang bilang, Cinta itu seperti menunggu bus. Menunggu bus dan cinta, sama-sama menunggu sesuatu yang diharapkan untuk segera datang. Walaupun aku merasa cinta ini sepertinya mustahil, tapi aku masih tetap berharap, tak peduli berapa tahun harus menunggu, menunggu cinta yang datang dari dia yang selalu saja bisa membuatku terpana ketika aku melihatnya. Dan yang lebih mengasyikkan lagi adalah, dia akan tampil satu panggung denganku pada saat...” Aku tidak melanjutkan bacaanku, bagian atas halaman yang bertuliskan tanggal hari kemarin, hari Minggu 2 September 2012 membuatku sadar kalau buku itu adalah sebuah buku harian.

Kata hatiku lagi-lagi seakan memintaku untuk melakukan sesuatu, kali ini aku seperti diperintah untuk membaca lebih lanjut buku itu, lalu aku berpindah halaman menuju halaman kedua dari sampul buku itu. Tertanggal 20 Agustus 2012, aku pun mulai membacanya lagi,
“Namanya Rio, dia bagaikan bintang di sekolah, bayangkan saja, siapa yang tak kenal Rio? Kepintaran, wajah manis, dan sifat humorisnya itu selalu membuatnya menjadi idola setiap siswi di sekolah termasuk aku. Aku memang belum lama mengenalnya, tapi aku tidak bisa membayangkan betapa aku mengaguminya.”
Aku terkejut setelah membaca kalimat-kalimat ini dan bertanya pada diriku sendiri. Mengapa terdapat namaku disini? Mengapa dia sangat mengaggumiku? Aku penasaran siapa pemilik dari buku harian ini, dengan diiringi rasa penasaran aku lalu melanjutkan membaca lagi
“Aku hanya dapat memandangnya dari kejauhan. Dan aku pun hanya dapat berharap kakak kelas yang lebih tua setahun dariku itu sudi untuk memandangku walaupun hanya sedetik. Entah sejak kapan aku mulai mengidolakannya. Aku sadar tidak mudah untuk membuat hatinya luluh kepadaku, Aku hanyalah seorang gadis biasa, sedangkan Rio, dia bagaikan pangeran impian setiap siswi di sekolahku. Ya Tuhan, Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan gadis sepertiku, tapi aku akan tetap optimis untuk tidak menyerah.”

Belum banyak halaman yang terpakai, setelah kuhitung hanya ada delapan lembar yang terisi tulisan dan 2 lembar berisi penuh dengan gambaran tangan yang cukup bagus, sepertinya pemiliknya jarang menulis buku harian ini, dan sepertinya juga buku ini adalah buku baru. Buku kecil namun tebal bersampul teddy bear ungu ini tidak bertuliskan nama pemiliknya, hanya ada tulisan tangan suatu kalimat yang terdiri dari 2 kata bertuliskan huruf Korea di halaman depan, mungkin inilah namanya. Huruf-huruf yang ku perhatikan dengan seksama itu seakan bersarang dipikiranku, walaupun begitu tetap saja aku tidak tahu bagaimana cara membaca tulisan itu, tapi aku benar- benar merasa penasaran. Tanpa pikir panjang aku pun memotretnya dengan kamera yang ku gantungkan di leherku, agar nanti aku dapat mencari tahu bagaimana cara membaca tulisan seperti itu dengan bertanya pada sahabatku Ajeng, aku yakin dia pasti mau membantuku. Dengan sifat kejahilanku yang tak pernah hilang aku memotret kesepuluh halaman itu dengan harapan aku dapat membaca catatan harian seorang pengagum rahasiaku sebelum pergi tidur setiap harinya. Aku lalu segera pergi dari situ sebelum ada orang yang memergokiku berbuat jahil seperti ini. Di persimpangan tangga sebelah ruang musik aku hampir saja bertubrukan dengan seorang gadis dengan wajah oriental dan berambut pendek sebahu karena aku terlalu asyik melihat kameraku, dia hampir jatuh karena aku dan dengan reflek aku memegang tangannya lalu menahan bahunya dengan tanganku agar dia tidak jatuh. Aku melihat wajahnya yang berada sekitar 10 centimeter didepan mataku, sepertinya dia tidak asing bagiku. “Mengapa rasanya berbeda ketika berada di dekatnya? Aku merasa nyaman di dekatnya, seakan bumi bergerak melambat saat aku bersamanya. Ahh, mungkin ini hanya perasaanku saja karena kaget.” kataku dalam hati. Lalu aku melepaskan genggaman tanganku. Setelah  mengucapkan terimakasih dia lalu pergi dengan sedikit berlari menuju ruang musik. Aku pun kembali ke kelasku.

Malam harinya aku menyempatkan diri membuka hasil ‘jepretan’ku tadi pagi yang sudah ku cetak, dan membaca salah satu halaman bertanggalkan Sabtu, 25 Agustus 2012.
“Dear diary, saat kita mencintai seseorang, apakah rasanya saat bersamanya seperti ada angin yang berhembus? Bulan yang terlihat lebih besar di langit? Bumi yang bergerak melambat dan waktu yang seakan-akan menjadi berhenti sejenak? Apakah seperti itulah yang dinamakan cinta? Tadi pagi aku ngerasain hal ini, waktu Rio datang ke kelasku. Walaupun dia datang hanya untuk menyampaikan titipan uang festival dari guruku. Tapi dia bikin aku enggak bisa bicara apa-apa, sepatah kata aja ‘nggak keluar dari mulutku. Semua rasa nyampur menjadi satu. Karena itu pertama kalinya aku melihat mata indah Rio berada tepat dihadapanku, waktu terasa berjalan melambat dan dengan sekejap aku seperti mendengar suara emas Lionel Richie menyanyikan lagu favoritku berjudul ‘Hello’ yang terkenal dengan keromantisannya itu seakan menjadi lagu yang mengiringi kehadirannya.
Jika aku boleh mengomentari halaman ini aku akan berkata bahwa dia terlalu berlebihan menilaiku. Aku tulis saja komentarku ini di balik potret halaman buku harian Silla dari pada kosong. Tiba-tiba handphone-ku berdering, terlihat dari layar awal ada 1 pesan.
From: Ajeng (085647789xxx)
“Rio, aku udah nerjemahin huruf2 itu, ternyata bener itu nama orang. Kalo menurutku sih bacanya ‘ARSYLLA PRADITA’ itu jg kalo ga salah loh. Emangnya ada apa sih kalo boleh tau?”
     Dikirim: 3 September 2012 20:25
“Arsylla? Silla bukan ya maksudnya? Bukannya Silla itu nama adik kelasku yang tadi pagi aku tabrak? Yang waktu seusai hari festival aku berikan uang dari bu guru itu kan?” tanyaku pada diriku sendiri seraya memandangi cetakan foto dari halaman yang baru saja aku baca itu. Aku tercengang atas pernyataan bahwa buku harian itu adalah milik Silla.

Semenjak hari itu aku selalu menyempatkan untuk membaca halaman demi halaman cetakan foto itu. Hal ini membuatku sedikit tertarik pada gadis yang sering aku juluki aneh karena tingkah lakunya yang sering salah tingkah ketika berada dihadapanku.. Di dalam buku hariannya halaman kedua sebelum terakhir tertulis “Jika ada yang bisa membuatku lebih baik, aku akan berusaha keras lakukan itu di dasari dengan cinta. Termasuk belajar lebih giat agar dia tertarik padaku. Rio tampan, aku juga harus menjadi cantik.  Rio pintar, aku juga harus menjadi pintar. Semangat Silla!”
Tidak terasa sekarang sudah menginjak bulan Februari, ulangan semester telah diumumkan, seseorang bernama Silla itu ternyata benar-benar membuktikan perkataannya. Aku dengar Silla yang biasanya menduduki peringkat 30 mengalami perubahan yang sangat-sangat pesat, sekarang dia masuk kedalam peringkat 5 besar di kelasnya. Aku kagum pada semangatnya yang membawakan hasil. ”Selamat, kamu sebenarnya sudah berhasil menarik hatiku dari awal Silla. Aku kagum pada semangatmu, aku yakin jika ada niat kuat, apapun bisa terwujud, cinta dapat mengalahkan segalanya khususnya ketakutan dan kesulitan.” Aku tuliskan kata-kata itu dibawah potret halaman buku harian Silla.

Lima hari lagi aku akan tampil di hari ulang tahun sekolahku. Aku termasuk salah satu personil band sekolah, ya bersama Silla juga. Dia sengaja ikut klub musik karena ingin satu panggung denganku sepertinya. Aku adalah seorang bassis, Ajeng berada di gitar sekaligus vocal, Adit di drum,. Oh iya, Adit adalah sahabat karibku, sama dengan Ajeng. Sedangkan Silla, dia sebagai pianis, dia terlihat lebih cantik hari ini mengenakan hiasan bando berwarna putih di rambutnya yang tergerai semakin panjang. Sepertinya aku suka padanya, namun yang ku lihat Adit terus menerus memandang Silla yang sedang melatih kelincahan jari-jarinya menari diatas tuts piano sekolah. Tidak heran Adit suka padanya, sekarang Silla bukan lagi terlihat sebagai gadis berwajah aneh lagi, namun sekarang karena prestasinya yang meningkat pesat dengan wajah yang semakin putih nan cantik itu membuatnya menjadi sangat populer di sekolah. Dia layaknya seekor ulat yang bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu yang menawan. Jujur saja, aku lebih menyukai Silla yang berwajah aneh, sekarang akan ada banyak sekali yang akan menjadi sainganku untuk mendapatkannya. Tiba-tiba lamunanku buyar ketika Adit menghampiri Silla,
“Sill, kata Rio kamu belum punya pacar ya?” tanyanya memulai pembicaraan.
“Belum.” jawabnya singkat sambil terus bermain piano.
Dibalik diamnya Silla aku tahu sebenarnya kata-kata itu benar-benar membuatnya kaget,
“Sama yang ini aja lah, yang didepanmu....”
“Apa?” dia semakin kaget dan langsung menghentikan suara denting piano yang sedang dimainkannya itu, aku dan ajeng serentak menghentikan kegiatan yang kami lakukan saat itu. Silla berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik lain, tapi Adit tetap melanjutkan kata-katanya mencoba untuk merayu “Kurang apa lagi coba aku sill? Cakep, keren, Jago main drum, bisa main piano ya bisa-bisaan lah, nyanyi ya enggak jelek-jelek amat juga koq, mm... apa lagi yah?”
“Rajin ibadah lagi....” sahut Ajeng.
“nah iya tuh bener, pulsa handphone ya ada lah buat telepon atau sekedar sms kamu setiap malam, motor ya siap untuk antar atau jemput kemanapun kamu pergi. Nah, kurang apalagi aku coba Silla?”
“Hehe kurang apa yah kak?” Silla mulai kebingungan.
“Kamu pikirin ke masa depan juga loh sill, nanti kita bisa bikin klub musik sendiri yang namanya ‘ARSYLLA n’ ADITYA SAPUTRA’ hehe bagus kan?”
“ah jelek. Kepanjangan!” Sahutku dengan keras.
“namamu udah nyangkut didalam namanya Silla juga tau” jawab Ajeng lagi.
“eh iya nah tuh kan udah cocok, yo wis... ‘ARSYLLA PRADITYA’ nah asyik gak tuh?” kata Adit, “gimana? Kamu mau jadi pacarku kan?”
Silla terdiam, raut wajahnya tidak dapat menyembunyikan kebingungan yang ada di benaknya. Aku benar-benar mengerti perasaan Silla sekarang.
“enggak di jawab, berarti aku anggap iya.” Kata Adit membuat keputusan.
Suasana di ruangan musik ini pun menjadi hening. Lalu Aku memutuskan untuk pergi ke luar meninggalkan mereka bertiga, rasanya tidak sanggup melihat mereka bersama, tapi apakah Silla tahu kalau disini hatiku ini sedang terluka? Jika saja aku tidak terlambat mengungkapkan isi hatiku ini pasti aku sudah merasa sebahagia Adit sekarang.
Saat ini aku benar-benar yakin akan kebenaran kalimat-kalimat Silla di buku harian, bahwa cinta itu seperti menunggu bus. Jika kita terlambat mendatanginya maka bus itu akan pergi meninggalkan kita. Dan jika bus itu pergi meninggalkanku, aku akan mengejar bus itu sampai dapat. Tidak ada kata terlambat, yang aku inginkan memang sudah tak lagi sendiri namun aku akan tetap berusaha mengejar busku, mengejar dia yang ku cinta.

Seiring berjalannya waktu hubungan Silla dengan Adit yang ku kira berjalan dengan baik-baik saja ternyata telah berakhir tiga hari yang lalu. Entah mengapa, aku tidak tahu alasan Silla memutuskan hubungannya yang sudah berjalan dua bulan itu. Yang jelas, seperti kata Silla di buku hariannya, “Ada yang bilang, cinta itu seperti menunggu bus.”
Ya aku semakin setuju dengan pernyataan itu, mungkin yang ada di benak Silla adalah bus yang datang bukanlah bus yang selalu dia harapkan. Kini Silla sendiri seperti dulu lagi, dan mungkin ini kesempatanku yang terbuka kembali untuk menyatakan isi hatiku kepadanya. Belum sempat aku mengutarakan perasaanku padanya, Adit menemuiku dia memintaku untuk berjanji apapun yang terjadi aku tidak boleh memacari Silla. Aku tahu alasannya, pasti Adit akan merasa sakit hati sekali jika aku sebagai teman baiknya berpacaran dengan gadis yang ia suka. Aku menyetujui perjanjian itu karena aku tidak ingin kehilangan sahabatku yang setia dari Sekolah Dasar itu. Keinginanku menjadikan Silla kekasih telah pupus. Aku hanya mencoba fokus pada ujian sekolah yang telah berada di depan mataku, kemudian masuk universitas dan mencari pekerjaan untuk masa depanku.
Silla adalah seorang wanita sempurna bagiku, aku tidak akan pernah melupakannya dari hidupku, walaupun dia belum menjadi milikku tapi dia membuatku menyadari satu hal bahwa aku belajar untuk tidak mendapatkannya sekarang, aku ingin menunggu sampai apa yang kuingini itu benar-benar menjadi yang terbaik untukku karena aku yakin semua akan indah pada waktunya. Aku menuliskan sepucuk surat untuk Silla yang hanya berisi kalimat “nantikan aku dibatas waktu, aku yakin Tuhan membuat semua akan indah pada waktunya”, entah apakah dia mengerti atau tidak dengan kata-kataku itu atau tidak. Aku juga mengirimkan potret halaman-halaman buku hariannya lengkap dengan komentar-komentarku yang ku tulis dulu. Aku letakkan semua itu di tasnya secara diam-diam.

            Hari berganti hari, bulan dan tahun demi tahun pun terus berlalu. Siapapun kita pasti punya seseorang yang kita suka di hati yang paling dalam. Begitu pula denganku walaupun lima tahun berlalu sudah, namun aku belum juga melupakan Silla. Ketika aku mengingat gadis itu, dadaku terasa sesak, tapi aku ingin terus menyukai dan mengingatnya meskipun aku tidak tahu dimana dia sekarang, bagaimana kabarnya. Karena bagaimanapun dia adalah orang yang membuatku menjadi seperti ini, merasakan suatu hal yang disebut “cinta” lewat buku hariannya. Silla adalah wanita yang paling tegar yang aku kenal selain ibuku, dan kesetiaanya menunggu dan menyukaiku selama tiga tahun di Sekolah menegah atas meyakinkanku bahwa belum ada seseorang yang menakhlukan hatinya saat ini.
Sekarang dia kembali lagi dalam kehidupanku, aku tak pernah membayangkan momen ini sebelumnya. Tapi ini nyata. Dia sekarang menjadi pianist terkenal di Jakarta, sedangkan aku bekerja sebagai manager perusahaan sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta. Aku bertabrakan dengan seorang gadis di persimpangan tangga di kantorku kemudian dengan reflek aku menahannya dengan bahuku agar dia tidak jatuh dari tangga itu. Wajahnya berada sepuluh centimeter di depan keningku. Aku langsung berkata dalam hati  “Aku ingat hal ini pernah terjadi sebelumnya padaku saat pertama kali aku jatuh cinta kepada Silla, namun itu sudah lama sekali dan yang bertabrakan denganku saat ini bukan Sila, gadis yang ku tabrak adalah...” Aku menghentikan perkataanku dalam hati dan melihat dengan jelas kearah mata coklat yang bening itu. Mengapa dengan cepat pikiranku berisi tentang Silla sekarang?
Gadis itu kemudian melepaskan bahuku dengan tangannya kemudian tersenyum malu. Aku seperti tidak asing dengan senyuman itu. Siapa gadis ini?
“Kak Rio, bagaimana kabarnya?” gadis itu memberikan tangannya kembali untuk berjabat tangan denganku. Dan saat itu juga aku baru menyadari bahwa gadis bermata indah itu, senyuman manis itu adalah Silla. Aku sangat senang sekali dapat bertemu gadis yang menjadi pujaanku selama ini.

Silla kini telah berada di sampingku. Bercanda riang dan saling berbagi cerita. Sesekali aku memandangnya, dia kini terlihat lebih cantik, sangat sangat cantik bagaikan seorang puteri. Hingga aku merasakan ketika seakan-akan angin berhembus pelan menebar geraian rambutnya yang hitam lebat, kemudian waktu yang seakan-akan bergerak lambat. Hal ini membuatku menyadari bahwa inilah saatnya, saat dimana aku melakukan apa yang sudah menjadi keinginanku sejak dulu,
“Silla, mungkin aku seharusnya mengatakan ini sejak awal aku menabrakmu di persimpangan tangga sekolah dulu.” Kataku memulai pembicaraan.
Dia mengerutkan wajahnya lalu bertanya “mengatakan apa?”
“Aku memilih segala sesuatu sendiri, hanya beberapa yang tak bisa ku pilih. Aku tidak bisa memilih kapan aku lahir dan kapan aku mati. Tapi sekarang aku memilih untuk seumur hidupku, aku akan bersamamu selamanya. Maukah kau menjadi milikku?” Hatiku lega rasanya dapat mengatakan ini, tapi tiba-tiba dia menangis. “Mengapa kau menangis? Aku tahu aku terlambat mengatakan ini, tapi Adit...”
Silla memotong pembicaraanku dan mengusap air matanya sambil tersenyum, “Ssttt... aku sudah tau hal itu, sudahlah jangan disesali. Lagian memangnya siapa yang terlambat? Aku menangis bahagia koq. Aku mau bersama Kak Rio selamanya.”
Saat itu aku benar-benar yakin bahwa dia adalah milikku. Terimakasih Tuhan rencanamu adalah yang terbaik, semua itu memang indah pada waktunya.

Senin, 29 Oktober 2012

Cara Merakit dan Membuat Komputer PC Terbaik Di Dunia


Cara Merakit dan Membuat Komputer PC Terbaik Di Dunia


Kemajuan teknologi komunikasi informasi sering kali menghadirkan kejutan menyenangkan bagi siapa saja yang terus-menerus mengikuti kemajuannya. Bagi perusahaan global sekelas Acer asal Taiwan, kehadirannya bukan lagi sekadar meningkatkan angka penjualan, tetapi juga menerjemahkan kemajuan itu sendiri dalam produk yang bisa diandalkan.
Ini kesan pertama yang langsung terbesit ketika mencoba produk terbaru perusahaan ini, Acer Predator Aspire G7700. Kejutan yang berhasil dihadirkan Acer sebagai perusahaan teknologi global di belakang Dell dan Hewlett-Packard, yang menguasai pangsa dunia untuk penjualan komputer desktop ataupun notebook, adalah harga yang dipasang untuk Predator yang mencapai 5.000 dollar AS atau sekitar RP 50 juta lengkap dengan monitor LCD ukuran 24 inci (diagonal 60,96 cm).
Kejutan lainnya adalah rancang bangun komputer desktop termahal di dunia ini yang sangat futuristik bernuansa milenium dengan warna oranye, serta desain yang mirip dengan robot yang mampu bermetamorfosa seperti pada film Transformer. Bedanya, Acer Predator ini tidak bisa menjadi robot, tapi menjadi komputer canggih yang sangat menyenangkan ketika digunakan untuk bermain game.
Keseluruhan rancangan Acer Predator ini utuh dengan pilihan komponen terbaik yang ada untuk merancang sebuah komputer, monitor lebar dengan resolusi definisi tinggi, dua perangkat penampang optik DVD untuk teknologi HDTV dan BluRay memungkinkan Acer Predator menjadi sentra bioskop digital, serta kelengkapan papan ketik dan mouse buatan Logitech yang dirancang khusus untuk menjadikan Acer Predator (pemburu) mesin yang mengungguli saingannya.
Fitur teknologi
Acer Predator dirancang menggunakan prosesor andalan Intel Corp Quad2Core Extreme Edition QX9650 menggunakan empat inti dengan kecepatan komputasi 3 GHz dan memori 4 GB. Berjalan menggunakan sistem operasi Windows Vista Home Premium 64-bit, Acer Predator adalah mesin yang lapar listrik dengan menggunakan power supply 1.000 watt.
Produk yang tidak dijual secara bebas di pasaran ini menggunakan dua buah perangkat antarmuka GeForce 9800 GTX buatan nVidia, menghasilkan kemampuan prosesor grafik yang cepat, menyenangkan bagi siapa saja yang menghabiskan waktu menikmati permainan digital yang dikembangkan secara intuitif.
Penggunaan prosesor grafik yang sangat bertenaga ini antara lain yang juga menyerap begitu banyak tenaga listrik. Rupanya, Acer ingin memaksimalkan keberadaan teknologi komputer yang sekarang disediakan, dengan menggelar semua komponen mutakhir, menjadikan Acer Predator tidak hanya menyenangkan untuk bermain dan dinikmati sebagai sentra bioskop digital definisi tinggi, tapi juga menyenangkan untuk digunakan bagi pekerjaan berat lainnya yang membutuhkan sumber daya prosesor grafik yang besar.
Mereka yang mengedit film atau foto digital dalam jumlah masif dan waktu yang panjang bisa mempertimbangkan untuk menjadikan Predator sebagai mesin utama yang bisa diandalkan karena kecepatan ataupun fitur teknologi yang dikandungnya.
Pendingin cair
Setelah mencoba Predator untuk beberapa saat, komputer mutakhir buatan Acer ini juga memiliki sistem penyimpanan yang terbilang besar untuk ukurannya, memiliki tempat untuk memasang harddisk dengan kapasitas RAID hot-swappable, memungkinkan pergantian harddisk tanpa harus mematikan mesin secara keseluruhan.
Dari segi rancangan, Acer Predator dibuat dengan daya tahan mesin server, menggunakan dua buah koneksi etherport kapasitas gigabit, serta delapan buah rongga USB 2.0 untuk menghubungkan mesin canggih ini dengan berbagai perangkat digital lain. Kemudahan untuk mengganti atau menambah harddisk melalui bagian depan bawah adalah ciri khas server buatan Acer yang memudahkan penggunaan dan penggantiannya.
Untuk mengantisipasi panas yang ditimbulkan dalam penggunaan maksimum yang memaksimalkan penggunaan prosesor QuadCore ataupun prosesor grafik nVidia, Acer Predator menggunakan sistem pendingin berbasis cairan yang tidak menimbulkan suara berisik seperti menggunakan kipas angin.
Secara keseluruhan, sistem Acer Predator ini adalah keberhasilan menyatukan berbagai komponen komputer andalan. Setelah menggunakannya untuk beberapa saat, Acer Predator seperti menjadi reinkarnasi Optimus Prime, pemimpin robot Cybertron yang turun ke bumi untuk melindungi manusia.